Suparto Brata, Penulis Sepuh yang Sangat Produktif

November 8, 2008

omnibusHampir setiap hari saya mengintip http://www.supartobrata.blogspot.com/ atau http://www.supartobrata.com/ untuk mengetahui apakah Pak Brata ini mengeluarkan buku baru. Pak Brata (76), meskipun usianya sudah sepuh begitu sangat produktif menulis. Saya pernah mendapatkan balasan e-mail dari beliau, yang menginformasikan mestinya tahun 2007 lalu ada beberapa bukunya yang diterbitkan oleh Grasindo, tapi tertunda karena alasan sesuatu dan lain sebab sehingga sampai sekarang belum muncul di toko buku langganan saya. Pasti banyak penggemar Pak Brata yang menantikan buku-buku baru karangannya.

Dari sekian banyak buku karangan Suparto Brata, yang sudah menjadi koleksi perpustakaan pribadi saya yaitu :

 

1.            Saksi Mata – Kompas

2.            Gadis Tangsi – Kompas

3.            Kerajaan Raminem – Kompas

4.            Maghligai di Ufuk Timur – Kompas

5.            Donyane Wong Culika – Narasi

6.            Mencari Sarang Angin – Grasindo

7.            Sapu Tangan Gambar Naga – Grasindo

8.            Aurora Sang Pengantin – Grasindo

9.            Lelakone Si lan Man – Narasi

10.        Dom Sumurup Ing Banyu – Narasi

11.        Suparto Brata’s Omnibus – Narasi

12.        Jaring Kalamangga – Narasi

13.        Emprit Abuntut Bedhug – Narasi

 

Tokoh dalam novel-novel karya Pak Brata diceritakan secara detil, sehingga saya kadang ikut terlarut ke dalam perasaan si tokoh. Satu hal yang tidak pernah ditinggalkan Pak Brata dalam setiap bukunya yaitu menyampaikan pesan betapa pentingnya membaca buku dan menghargai sastra. Dengan membaca wawasan akan terbuka semakin luas, dan dengan sastra akan membentuk budi pekerti yang baik.

 

Menurut saya, novel-novel Pak Brata yang berbahasa Jawa lebih terasa sastranya, dibandingkan karyanya yang berbahasa Indonesia.

 

Saya menjadi lebih tahu tentang kondisi negeri ini ketika masih dijajah Belanda atau Jepang dulu. Di zaman itu saya belum lahir dan mengetahuinya dari membaca buku sejarah. Tapi dengan membaca novel Pak Brata, di mana di novel itu diceritakan dengan begitu detil bagaimana di zaman tersebut dengan sendirinya pikiran saya melayang ke pusaran waktu yang diceritakan Pak Brata. Apalagi, dengan pintarnya Pak Brata ini menyelipkan cerita romantisme di dalam novelnya.

 

Sampai sekarang saya masih memburu novelnya yang berjudul Trem dan Kremil, bahkan sampai ke pasar loak, tapi saya belum mendapatkannya.

Tags: , , , , ,

One Response to “Suparto Brata, Penulis Sepuh yang Sangat Produktif”

  1. Den Mas Says:

    Gus, matur suwun, satu lagi referensi buku yang bagus dari njenengan. Sepertinya saya harus banyak belajar membaca dari njenengan. Mohon supportnya untuk terus belajar. Suwun :)

    guskar :
    saya lg baca buku2 terbaru pak brata, dalam bahasa jawa…


Comments are closed.